Minggu, 09 Desember 2018

Laju Harga Sawit Anjlok

Perkembangan Harga Sawit Anjlok masih terus mengalami kemerosotan. Anjloknya harga sawit tak lepas dari adanya kampanye negatif yang terjadi terkait sawit dan juga pengetatan kebijakan impor sawit yang dilakukan oleh tiongkok. Dengan anjloknya harga sawit maka tentunya menyebabkan alotnya pengusaha sawit dalam mengajukan kredit perbankan dengan alasan tingginya potensi gagal bayar yang dilakukan oleh para petani sawit seiring dengan makin anjloknya harga sawit.
Harga Sawit Anjlok
Harga Sawit Anjlok

Hal ini diungkapkan oleh Gabungan pengusaha kelapa sawit Indonesia yang menyebutkan bahwa dengan adanya pelemahan harga minyak sawit mentah atau Crude palm oil CPO di tingkat dunia akan berpotensi terhadap ditundanya ekspansi sawit dan juga penundaan pengajuan untuk kredit perbankan.

Pihaknya mengakui fenomena ini disebabkan karena harga minyak sawit semakin rendah dan dinilai kurang menyokong pengembangan industri bisnis sawit pada saat ini. Togar Sitanggang, Wakil Ketua Bidang Perdagangan (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) mengatakan bahwa perusahaan kemungkinan pada saat ini akan menahan ekspansinya dan tidak akan mengajukan kredit perbankan.

Pergerakan Internet Indonesia

Tumbuh pesatnya Internet Indonesia ternyata baru sedikit berkontribusi bagi perekonomian di Indonesia. Gross merchandise value / GMV atau nilai ekonomi internet pada negara - negara di kawasan asia tenggara pada tahun 2015 masih sebesar 32 miliar dolar amerika serikat atau setara dengan angka sebesar 1,5% terhadap PDB atau produk domestik bruto.
Internet Indonesia
Internet Indonesia

Kemudian mengalami pertumbuhan menjadi sebesar 72 miliar rupiah atau setara dengan 2,8% terhadap produk domestik bruto pada tahun 2018 dan diproyeksikan akan meningkat menjadi sebesar 24 miliar dolar amerika serikat atau sebesar 8% terhadap produk domestik bruto kawasan pada tahun 2025 mendatang. Angka transaksi tersebut disokong oleh tumbuhnya permintaan terhadap berlangganan layanan video dan juga musik dan jga sektor online lainnya.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan GMV Amerika Serikat yang telah mencapai 6,5%, Nilai ekonomi internet pada kawasan asia tenggara masih sangat tertinggal namun perbdedaan persentasenya kian menyempit di penghujung tahun 2018 ini. GMV di Vietnam terkesan sangat pesat berkembang dan telah mencapai angka sebesar 4% dari produk domestik bruto Vietnam.

Mengenal Investasi Tanamduit

Investasi Tanamduit telah mendapatkan pemodalan dengan nilai yang sangat fantastis yakni sebesar 3 juta dolar marika serikat atau sekitar 43,5 miliar rupiah. Platform investasi yang dibuat oleh PT Star Mercato Capitale mendapatkan modal tersebut berasal dari ventura lokal yakni RND kapital pada bulan september 2018 yang lalu. Sementara itu, tenamduit telah menargetkan bahwa pada tahun 2019 akan emndapatkan sebanyak 60 ribu investor.
Investasi Tanamduit
Investasi Tanamduit

Target tersebut merupakan tiga kali lebih besar dari tahun 2018 yang hanya menargetkan sebanyak 20 ribu investor saja. Muhammad Hanif, Direktur Pengembangan Bisnis Tanamduit menyampaikan bahwa pada saat ini tanamduit telah menaungi sebanyak 5 ribu investor, pihaknya telah menargetkan sebanyak 20 ribu investor pada tahun 2018 dan menargetkan sebanyak 60 ribu investor pada tahun 2019 mendatang.

Pada saat ini, aplikasi tana duit telah didownload sebanyak 18 ribu kali melalui google play store maupun dari App Store. Diantara 18 ribu unduhan, terdapat sebanyak 8 ribu user telah mendaftar atau melakukan know your customer atau KYC. Dan dari 8 ribu user yang sudah mendafar, sebanyak 5 ribu user diantaranya telah membeli produk dari tanam duit atau telah menjadi investor tanam duit.

Ekspor Jagung Nasional

Produksi Jagung Nasional ternyata asih berasal dari tiga provinsi di pulau jawa yakni jawa barat, jawa timur, dan jawa tengah dengan angka kontribusi mencapai 48,4% produksi jagung domestik. Sementara itu, produsen jagung terbesar di pulau jawa berasal dari Lampung, Sulawesi selatan atau Sulsel, dan Sumut (Sumatera utara). Merujuk pada data yang dirilis oleh kementerian pertanian, hasil produksi jagung nasional pada periode 2013 dampai dengan 2017 telah meningkat dengan rerata sebesar 8,02% per tahunnya.
Jagung Nasional
Jagung Nasional

Sementara itu, produksi jagung nasional pada tahun 2017 telah tumbuh sebesar 18,55% menjadi sebesar 27,95 juta ton daripada tahun sebelumnya yang hanya mencapai angka sebesar 23,58 juta ton. Di sisi lain, dengan meledaknya produksi jagung dalam negeri menjadikan Indonesia sebagai 10 besar negara penghasil jagung di dunia pada periode tahun 2010 sampai dengan tahun 2014.

Untuk produksi jagung tahun 2018 diproyeksikan mampu mencapai angka 30 juta ton piplan kering atau pk sedangkan kebutuhan konsumi masyarakat sebesar 15,5 juta ton. Yang artinya terdapat surplus produksi jagung sebesar 12,98 juta ton.

Cara Rupiah Perkasa

Kabar terbaru dari kondisi nilai tukar mata uang Indonesia, Rupiah Perkasa. Meskipun sempat naik turun akibat gencarnya perang dagang antara Amerika serikat dan Tiongkok, akhirnya rupiah kembali meunjukan taringnya terhadap dolar Amerika Serikat. sejumlah faktor pun menjadi penyebab penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat seperti masuknya investor asing pada pasar modal dan obligasi pemerintah, dan sejumlah kebijakan pemerintah yang mampu menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika serikat.
Rupiah Perkasa
Rupiah Perkasa

Dalam dua bulan terakhir ini, nilai tukar rupiah semakin menguat dibandignkan dolar amerika serikat. Hal ini disebabkan karena dipicu oleh naiknya (yield) atau hasil obligasi Pemerintah hingga mendekati angka sebesar 8%. Naiknya hasil obligasi pemerintah Indonesia dan terjaganya laju inflasi nasional maka dapat membuat selisih keuntungan riil pada investor di SUN (surat utang negara) yang kini kian melebar.

Merujuk pada data dari Asiabondsonline, imbal yield dari surat utang negara untuk tenaor selama 10 tahun berada pada level sebesar 7,95% sementara itu laju inflasi dinilai masih terjaga sampai penutupan bulan Oktober 2018 yang hanya pada level sebesar 3,16%.

Upaya Tren Pasar Saham

Tren Pasar Saham terus saja mengalami penurunan meskipun pemerintah telah mengupayakan sejumlah kebijakan yang mampu membuat investor meminati pasar saham nasional baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Pasar saham di Indonesia masih tergolong dalam berjuang untuk bangkit, begitu kira - kira hasil dari simulasi dari katadata sentiment index. Pasar saham di Indonesia diproykesikan sampai akhir bulan november 2018 masih mengalami tren penurunan alias mengalami bearish.
Tren Pasar Saham
Tren Pasar Saham

Hal ini ditunjukan dengan angka Indeks harga saham gabungan atau IHSG yang masih saja mengalami penurunan hingga akhir N=Bulan November 2018. Sejumlah faktor ikut andil dalam mempengaruhi lesunya kondisi pasar saham tanah air seperti pada sisi domestik dengan terjadinya kondisi likuiditas yang terbilang masih seret dan juga adanya kenaikan suku bunga Bank Indonesia 7 days repo rate.

Sementara itu, pada sisi ekonomi global, lesunya pasar saham tanah air adalah karena dipengaruhi oleh terjadinya perang dagang antara tiongkok dengan Amerika Serikat, yang kahirnya memaksa melemahkan rupiah dan juga terjadinya kenaikan suku bunga bank sentral Amerika serikat The Fed Fund Rate.

Kuota Beras Dalam Negeri

Sejumlah petani yang tergabung dalam serikat petani Indonesia atau SPI meminta kepada perum Bulog untuk dapat maksimal dalam menyerap Beras Dalam Negeri. Hal ini diungkapkan oleh gabungan serikat petani Indonesia yang telah meminta kepada Bulog untuk dapat meningkatkan penyerapan beras petani dalam negeri setelah disetujuinya kebijakan pembelian diatas harga pokok pemerintah oleh Pemerintah.
Beras Dalam Negeri
Beras Dalam Negeri
Sebabnya, Perum bulog ditugaskan untuk menjaga keseimbangan harga pada tingkat petani dan juga konsumen sesuai dengan fungsi dan juga tugasnya. Henry Saragih, Ketua umum serikat petani Indonesia menyambut kebijakan tersebut secara positif atas keleluasan Perum bulog dalam membeli beras dan gabah diatas dari Harga pembelian pemerintah atau HPP seperti yang telah dituliskan dalam Instruksi Presiden dengan nomor 5 tahun 2015.

Henry juga menyebutkan bahwa menurut pihaknya hal ini sangat bagus dan sudah sepatutnya Pihak perum Bulog membeli beras dan gabah petani di luar dari harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, dengan menyesuaikan harga beras dan gabah pasar.